ayat kursi

Bacaan Ayat Kursi (Arab/Latin), Tafsir Berserta Artinya

Posted on

Jika Anda membaca artikel ini, kemungkinan Anda pernah dengar mengenai ayat kursi sebelumnya. Anda pasti sedang mencari referensi sekitar bacaan ayat kursi, makna atau terjemahan ayat kursi, keutamaan ayat kursi atau tema lainnya sekitar ayat kursi.

Umumnya dari kita seringkali sekali dengar ayat kursi, tetapi sedikit yang betul-betul mengerti ayat kursi dengan sempurna. Diantara kita mungkin ada yang telah mengingat ayat kursi, tetapi belum sepenuhnya memahami makna dari ayat kursi tersebut. Diantara kita mungkin ada yang ingat bacaan arab serta makna dari ayat kursi akan tetapi belum mengetahui keutamaan serta manfaatnya. Bahkan bisa saja ada diantara kita yang belum sama sekali ingat dengan bacaan ayat kursi.

Artikel ini pada umumnya akan terbagi dalam beberapa daftar isi di bawah. Semasing sub bab mengulas tema spesifik terntentu. Anda akan mempelajari pandangan umum mengenai ayat kursi, keutamaan serta manfaatnya, terjemahannya, tafsirnya sampai beberapa peristiwa ajaib yang berlangsung terkait dengan ayat kursi.Untuk mempermudah pembaca, silahkan lihat rincian Daftar isi yang ada berikut ini.

Ayat Kursi Adalah

Ayat kursi ialah salah satunya ayat dalam Al-quran yang mempunyai sangat banyak keutamaan. Banyak hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan dari ayat kursi ini.

Ayat kursi persisnya ialah ayat Ke-255 dari Surat Albaqarah. Untuk Alquran dengan standard internasional Paling baru, letaknya berada di halaman ke-42 atau 43. Ayat kursi dapat disebut cukuplah panjang, panjang ayatnya sampai 5-6 baris.

Ayat kursi mempunyai sangat banyak manfaat dan keutamaan. Diantaranya dapat menepis masalah dari syaitan yang ingin merayu serta mengganggu kita.

Bacaan Ayat Kursi

Bacaan ayat kursi cukuplah panjang, seputar 5-6 baris. Tetapi jangan takut duluan ya, ayat kursi termasuk juga ayat yang gampang dihafal.

Buat yang belum hafal, saya anjurkan untuk selekasnya dihafalkan secara pelan-pelan, sayang sekali bila kita sekarang ini telah dewasa tetapi belum dapat mengingat ayat kursi, kan malu sama adik sd yang udah bisa hafal.

Bacaan Ayat Kursi dalam Bahasa Arab

Sebab ayat kursi merupakan ayat Alquran, tentunya ayat kursi berbahasa Arab. Berikut bacaan ayat kursi dalam Bahasa Arab.

اللّٰـهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ

ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

ۗ لَّهُۥ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ

ۚ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۦ

ۖ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ

ۚ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ

ۖ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ

وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ

(Ayat Kursi, QS : Al-Baqarah : 255)

Saya sengaja membuat baris per baris sesuai dengan waqaf supaya lebih enak waktu Anda baca serta mudah diingat. Mohon dibaca serta dihafal secara pelan-pelan. Bila perlu, Anda copy-paste serta taruh di notes Smartphone Anda. Atau, bisa anda print lalu dibaca berkali-kali sampai ingat.

Semoga Cepat Hafal ya teman-teman 🙂

Terjemahan Ayat Kursi

Ada Beberapa orang yang dapat mengahafal ayat kursi dengan baik. Akan tetapi begitu disayangkan sebab banyak pula yang tidak memahami maknanya. Membaca ayat, hadits atau doa apa pun semestinya disertai dengan mengetahui maknanya. Paling tidak mengetahui artinya. Alangkah baiknya lagi jika mengetahui Terjemahannya dan Tafsirnya.

Makna dari ayat kursi. Supaya lebih gampang, saya akan menulis kembali bacaan ayat kursi dalam bahasa Arab lalu saya tulis maknanya tepat dibawahnya silahkan disimak baik2 ya.

ۚ اللّٰـهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ

Allah tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya

ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

Tidak mengantuk dan tidak tidur

 ۗ لَّهُۥ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ

MilikNya lah apa yang di langit dan di bumi

ۚ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۦ

Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya?

ۖ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ

Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka

 ۚ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ

Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya

  ۖ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ

Kursi Allah meliputi langit dan bumi

وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ  وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ

Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar

(Ayat Kursi, QS : Al-Baqarah : 255)

Itulah terjemahan atau makna simpel dari ayat kursi. Semestinya waktu membaca ayat kursi ini, kita sekalian memikirkan serta membayangkan artinya. Langkah terbaik untuk dapat mengetahui makna dari ayat kursi ialah dengan mengetahui makna dari kata per kata. Paling tidak beberapa kata umum.

Bacaan Ayat Kursi dalam Huruf Latin

Saya pun mencamtumkan ayat kursi dalam huruf latin. Semoga ini dapat membantu memudahkan Anda dalam menghafal ayat kursi.

Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum.

Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum.

Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh.

Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih.

Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum.

Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a.

Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa

Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.

Akan tetapi, saya begitu sangat merekomendasikan Anda untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa arab dari saat ini. Sayang sekali bila seseorang muslim yang telah dewasa tetapi belum dapat membaca huruf arab, sama saja dengan islam KTP.

Tafsir Ayat Kursi

tafsir-ayat-kursi

Tafsiran Alquran sangat banyak dalam Khazanah keilmuan Islam. Akan tetapi beberapa tafsiran yang popular diantaranya Tafsiran Jalalain, Tafsiran Ibnu Katsir, Tafsiran Al Munir dan lain-lain.

Yang akan saya pakai dalam artikel ini ialah Tafsiran Jalalain, Apa itu Tafsiran Jalanin ?

Tafsiran Jalalain ialah salah satu kitab tafsiran Alquran yang dikarang oleh 2 orang Imam besar. Ke-2 imam itu ialah Jalaluddin Asysyuyuhti dan Jalaluddin Al Mahalli. Tafsiran ini begitu sangat popular serta sangat banyak dipakai di pesantren-pesantren semua Indonesia.

Supaya lebih gampang, saya akan mengulang-ulang kembali tulisan dalam huruf Arab bersama artinya, lalu dibawah saya sertakan tafsirnya. Perihal ini supaya lebih mempermudah Anda dalam memahami.

ۚ اللّٰـهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ

Artinya:

Allah tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya

Tafsirnya:

(Allah, tak ada Tuhan), artinya tak ada ma`bud atau sembahan yang sebenarnya di alam wujud ini, (melainkan Dia Yang Maha Hidup), artinya Kekal lagi Abadi (dan senantiasa mengatur), maksudnya terus-menerus mengatur makhluk-Nya

ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

Artinya:

tidak mengantuk dan tidak tidur

Tafsirnya:

(tidak mengantuk) atau terlena, (dan tidak pula tidur)

ۗ لَّهُۥ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ

Artinya:

Milik-Nya lah apa yang di langit dan di bumi

Tafsirnya:

Milik-Nyalah segala yang terdapat di langit dan di bumi) sebagai kepunyaan, ciptaan dan hamba-Nya.

ۚ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۦ

Artinya:

Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya?

Tafsirnya:

(Siapakah yang dapat), maksudnya tidak ada yang dapat (memberi syafaat di sisi-Nya, kecuali dengan izin-Nya) dalam hal itu terhadapnya

ۖ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ

Artinya:

Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka

Tafsirnya:

(Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka), maksudnya di hadapan makhluk (dan apa yang di belakang mereka), artinya urusan dunia atau soal akhirat

ۚ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ

Artinya:

dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya

Tafsirnya:

(sedangkan mereka tidak mengetahui suatu pun dari ilmu-Nya), artinya manusia tidak tahu sedikit pun dari apa yang diketahui oleh Allah itu, (melainkan sekadar yang dikehendaki-Nya) untuk mereka ketahui melalui pemberitaan dari para Rasul

ۖ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ

Artinya:

Kursi Allah meliputi langit dan bumi

Tafsirnya:

(Kursinya meliputi langit dan bumi) ada yang mengatakan bahwa maksudnya ialah ilmu-Nya, ada pula yang mengatakan kekuasaan-Nya, dan ada pula Kursi itu sendiri yang mencakup langit dan bumi, karena kebesaran-Nya, berdasarkan sebuah hadis, “Tidaklah langit yang tujuh pada kursi itu, kecuali seperti tujuh buah uang dirham yang dicampakkan ke dalam sebuah pasukan besar

وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ

Artinya:

Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar

Tafsirnya:

(Dan tidaklah berat bagi-Nya memelihara keduanya), artinya memelihara langit dan bumi itu (dan Dia Maha Tinggi) sehingga menguasai semua makhluk-Nya, (lagi Maha Besar)

(Ayat Kursi, Arti dan Tafsir, QS : Al-Baqarah : 255)

Manfaat Ayat Kursi

manfaat-ayat-kursi

Seperti dijelaskan awal mulanya, ayat kursi mempunyai sangat banyak keutamaan serta manfaat buat orang yang membacanya. Banyak dari kita yang sadar dengan adanya banyak manfaat dari membaca ayat kursi, akan tetapi saat disuruh untuk mengatakan satu-persatu akan kesusahan. Nah, saya disini akan mencoba meringkas beberapa manfaat yang dapat kita dapatkan dengan membaca ayat kursi ini.

Ayat Yang Paling Agung

“Dari Ubay bin Ka’ab, sesungguhnya Rasulullah SAW bertanya kepadanya tentang ayat apakah yang paling agung dalam Kitabullah, beliau menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau ulang pertanyaannya beberapa kali. Kemudian dia menjawab, “Ayat kursi.” Maka beliau mengatakan, “Selamat bagi anda wahai Abu Mundzir dengan ilmu anda. ” (HR Muslim)

Rasulullah SAW mengucapkan selamat atas llmu yang dimiliki Ubay. Secara tidak langsung, Rasulullah SAW membenarnya jawaban dari Ubay bin Ka’ab ini

Dijaga oleh Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari), bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah SWT akan senantiasa menjagamu dan syaitan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi” (HR. Al-Bukhari).

Jadi ayat kursi adalah salah satu bacaan yang disunnahkan ketika hendak tidur. Dengan membaca di waktu ini, maka Allah SWT akan menjaga kita sepanjang malam. Terutama dari gangguan syaitan.

Terdapat hadits lain juga mengenai hal ini. Berbunyi seperti ini:

Abu Hurairah ra berkata:

“Saya (Abu Hurairah) telah ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga hasil zakat yang diambil pada bulan Ramadhan (makanan dll), tiba-tiba datang seseorang yang mengambil makanan. Saya pun merampasnya dan berkata: Akan saya adukan kamu kepada Rasulullah saw. Kemudian sayapun menceritakannya, termasuk pesan orang tersebut yang berkata : Jika kamu ingin tidur bacalah ayat al-Kursi niscaya kamu akan selalu dalam lindungan Allah dan setan tidak bisa mendekatimu sampai pagi. Nabi saw berkomentar: Dia telah jujur kepadamu padahal dia adalah pendusta, dia itu adalah setan.” (HR Bukhari)

Dikatakan bahwa syaitan mendatangi Abu Hurairah hingga 3 kali. Setiap kali diancam akan dilapor kepada Rasulullah SAW dia selalu beralasan “aku lapar, butuh makan, untukku dan keluargaku”. Hingga yang terakhir disampaikan juga kepada Rasulullah SAW dan beliau mengatakan bahwa itu adalah syaitan.

Salah Satu Sebab Masuk Surga

Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang membaca ayat Kursi setelah shalat fardhu, maka tidak ada yang mencegah dia dari masuk surga kecuali kematian. Dan tidak ada yang rajin membacanya kecuali orang yang jujur dan ahli ibadah. Barangsiapa yang membacanya ketika hendak tidur maka Allah memberi keamanan baginya, bagi tetangganya, dan tetangganya tetangga, dan rumah-rumah disekitarnya.” (HR. An Nasai)

Setelah shalat fardhu 5 waktu, kita disunnahkan untuk berzikir. Beberapa zikir yang disunnahkan antara lain istigfar, tahlil, tasbih, tahmid, takbir dan ayat kursi. Dari hadits ini kita jadi tahu bahwa rupanya membaca ayat kursi setelah sholat bisa menjadi alasan seseorang masuk surga.

Perlindungan dari Syaitan

Habib Ahmad bin Novel bin Jindan menyebutkan di malam 1 Muharram hendaknya kita membaca ayat kursi sebanyak 360 kali. Masing-masing bacaan diawali dengan membaca basmallah.

Setelah selesai, dilanjutkan dengan doa seperti ini.

اَللَّهُمَّ يَا مُحَوِّلَ اْلأَحْوَالِ ، حَوِّلْ حَالِي إِلَى أَحْسَنِ اْلأَحْوَالِ ، بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَالٍ ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya:

“Wahai Yang mengubah keadaan-keadaan, ubahlah keadaanku kepada keadaan yang paling baik, dengan daya dan kekuatan-Mu wahai Yang Maha Mulia lagi Maha Luhur. Dan semoga Allah senantiasa bersalawat dan bersalam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan atas keluarga dan sahabat beliau.”

Sayyidi Ahmad Zaini Dahlan (salah satu Mufti dalam mazhab Syafii asal Mekkah) berkata:

“Barang siapa yang membaca dan mengamalkan hal ini maka tahun itu merupakan benteng yang kokoh baginya dari syaitan”

Tidak perlu menunggu 1 Muharram, ayat kursi sunnah dibaca kapan saja. Dan merupakan salah satu bacaan terbaik untuk menjauhkan diri kita dari gangguan dan godaan syaitan.

Syaitan akan Berlari

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Al-Matalib Al-Aliyyah menyebutkan sebuah hadits yang berbunyi:

أفضل القرآن سورة البقرة، وأعظم آية فيه آية الكرسي، وإن الشيطان ليفرّ من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

Artinya: Paling utamanya Al-Quran adalah surat Al-Baqarah. Dan paling agungnya ayat di dalamnya adalah ayat kursi. Sesungguhnya syaitan niscaya akan lari dari sebuah rumah yang di dalamnya dibaca surat Al-Baqarah.

Pimpinan Surat Al-Baqarah

Rasulullah SAW bersabda: “Pemimpin manusia adalah Adam, pemimpin Arab adalah Muhammad, pemimpin Persia adalah Sulaiman, pemimpin Rum adalah Suhaib, pemimpin Habasyah adalah Bilal, pemimpin hari adalah Jum’at, pemimpin kalimat adalah Al Quran, pemimpin Quran adalah Surah Al Baqarah, dan pemimpin Al-Baqarah adalah Ayat Kursi” (HR Dailami dengan sanad dhaif)

Tuannya ayat-ayat dalam Al-Quran

Rasulullah SAW bersabda,

“Setiap sesuatu memiliki puncak, & puncaknya Al Qur`an adalah surat Al Baqarah, di dalamnya terdapat ayat yg merupakan tuannya ayat-ayat dalam Al Qur`an yaitu ayat kursi: (HR Tirmidzi)

Itulah beberapa keutamaan dari ayat kursi. Dalam ilmu ruqyah syar’iyyah ayat kursi dikenal sebagai penangkal atau bacaan untuk menjaga diri dari syaitan, bukan mengatasi. Saat orang sedang dimasuki jin misalnya, maka si pe-ruqyah akan membaca ayat Alquran tertentu yang bukan ayat kursi. Namun ada kalanya ayat kursi juga dibaca saat me-ruqyah.

Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi

Yang perlu dimengerti lebih dulu ialah ayat kursi dapat dibaca setiap saat kapanpun serta dimanapun. Asalkan jangan dalam tempat yang dilarang membaca Alquran. Akan tetapi berdasar pada hadits-hadits serta info dari beberapa ulama, ada saat-saat yang diutamakan untuk membaca ayat kursi ini.

Pagi & Petang

Salah satunya waktu yang disunnahkan membaca ayat kursi ialah di waktu pagi dan petang. Perihal ini berdasar pada hadits dari Ubay bin Ka’ab,

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membacanya saat petang, jadi dia akan dilindungi (oleh Allah dari beberapa masalah) sampai pagi. Siapa yang membacanya saat pagi, jadi dia akan dilindungi sampai petang.” (HR. Al Hakim)

Untuk waktu pagi, Anda dapat membaca ayat kursi sesudah shalat shubuh atau sesudah selesai shalat Sunnah Syuruq. Jika di Waktu Petang Anda dapat ambil waktu sesudah ashar.

Sesudah Shalat 5 waktu

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ayat kursi dapat jadikan salah satunya bacaan zikir sesudah sholat fardhu atau shalat 5 waktu.

Hal tersebut sesuai dengan hadits berikut:

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

“Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai)

Hadits ini mengisyaratkan kepada kita agar membaca ayat kursi setiap selesai shalat fardhu 5 waktu.

Ketika akan tidur

“Saya (Abu Hurairah) telah ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga hasil zakat yang diambil pada bulan Ramadhan (makanan dll), tiba-tiba datang seseorang yang mengambil makanan. Saya pun merampasnya lagi dan berkata: Akan saya adukan kamu kepada Rasulullah saw. Kemudian sayapun menceritakannya, termasuk pesan orang tersebut yang berkata : Jika kamu ingin tidur bacalah ayat al-Kursi niscaya kamu akan selalu dalam lindungan Allah dan setan tidak bisa mendekatimu sampai pagi. Nabi saw berkomentar: Dia telah jujur kepadamu padahal dia adalah pendusta, dia itu adalah syaitan” (HR Bukhari)

Rasulullah SAW mengatakan walaupun syaitan adalah pendusta, tapi yang diajarkan kepada Abu Hurairah adalah  hal yang benar. Syaitan tidak bisa mendekati (apalagi mengganggu dan merayu) manusia yang sebelum tidur membaca ayat kursi.

Malam 1 Muharram

Waktu diatas dapat kita temui sehari-hari, akan tetapi yang ini cuma 1x dalam satu tahun. Habib Novel menjelaskan siapa yang membaca ayat kursi sekitar 360 kali diawali dengan basmallah serta disudahi dengan doa spesial, jadi tahun itu bisa menjadi benteng baginya dari syaitan.

Hukum Memajang Ayat Kursi

Beberapa keutamaan ayat kursi yang sudah kita ulas awal mulanya, akan berperan bila kita baca dengan benar dan baik. Jadi, tulisan ayat kursi yang dipajang pada dinding akan tidak berefek apa pun terkecuali meningkatkan nilai estetika saja.

Lantas, hukumnya bagaimana?

Imam Nawawi, salah satunya ulama besar dalam Mazhab Imam Syafii, menjelaskan:

“Tidak diperbolehkan menulis Al-Qur’an dengan suatu yang najis. Serta dimakruhkan menulisnya pada dinding menurut (madzhab) kami.” (At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’an, perihal. 110)

Ayat kursi adalah sisi dari ayat Alquran hingga bila dipajang menjadi hiasan di dinding-dinding, Hukumnya Makruh.

Kisah-kisah Seputar Ayat Kursi

Ada banyak cerita tentang beberapa orang yang membaca ayat kursi.

Kisah Pertama

Mungkin sebagian dari Anda pernah membaca atau dengar cerita ini. Cerita ini berlangsung di Amerika seputar tahun 2006.

Ada seseorang muslimah yang melalui satu gang. Disana tampak seseorang pria yang rasanya ingin melakukan perbuatan jahat pada si wanita. Sebab takut, ia membaca ayat kursi serta meminta perlindungan pada Allah SWT. Wanita itu melintas di muka pria itu, tetapi si pria cuma lihat sekilas serta kembali repot dengan rokoknya.

Keesokan harinya, sang wanita muslimah menonton berita kriminal. Dia begitu terkejut mengetahui di gang yang dia lewati tadi malam terjadi pelecehan seksual terhadap wanita yang lain. Anehnya, kejadiannya hanya beberapa menit setelah dia melewati gang itu.

Merasa sedikit tahu beberapa ciri fisik si pria (yang diduga keras sebagai pelaku), wanita muslimah ini akan memutuskan menolong pihak kepolisian. Si pelaku pun berhasil ditangkap.

Singkat kata, saat wanita muslimah menanyakan ke pria itu mengapa tidak lakukan pelecehan terhadapnya. Si aktor menjawab, “bagaimana saya berani, kamu ditemani oleh dua orang pria berbadan besar disamping kanan serta kirimu”. Allahu akbar. Itulah Singkat Ceritanya Nanti Akan kita bahas di artikel selanjutnya.

Kisah Kedua

Kisah ke-2 saya mengambil dari seseorang penulis di Kompasiana atas nama Ragile Agil. Ini adalah kisah nyata pribadi si penulis.

Satu saat di tahun 2001 ia punya mimpi tengah berada di rumah sakit. Dokter yang mengatasinya menjelaskan, “jiwa kamu tidak stabil serta hampir budek!”. Dari pertama ke rumah sakit sikap dokter itu memang judes serta bersikap tidak enak.

Sesudah selesai, ada seseorang suster yang seolah-olah ingin memberi resep pada yang berkaitan. Rupanya suster cantik itu justru membaca Al Fatihah serta Ayat Kursi. Sesudah itu dia terbangun.

Peristiwa itu lalu dikisahkan pada gurunya, KH.Irfan Zidny,MA. (almarhum), salah seseorang Rois Am PBNU, pakar fiqh dan Tasawuf, pada saat itu.

Kiayi Irfan menjelaskan, “Subhanallah…. itu resep dari malaikat.” Beliau terlihat lega serta minta ia untuk membaca Al Fatihah serta Ayat Kursi semasing 7x tiap-tiap tuntas shalat fardhu.

Dari pengalaman si penulis sesudah mepraktikkan demikian lama, ia terasa amalan itu dapat memperkuat insting serta kesadaran, terutama saat dilanda kebingungan dan kepanikan. Ia pun terasa lebih terbantu waktu mengambil keputusan karena kuatnya insting itu.

Penulis menjelaskan terasa plong sudah mengemukakan ceritanya ke orang ramai. Memang ini adalah amanah dari Kiayai Irfan.

Narasi ini lebih memberikan keyakinan kita tentang keutamaan membaca ayat kursi sesudah shalat fardhu. Tidak mesti 7x seperti amalan beliau. Kita dapat tambahkan atau kurangi sesuai dengan keperluan serta kemampuan kita. Yang terpenting, upayakan selalu untuk dibaca. Sekianlah Singkat Cerita dari kisah kedua, untuk kelanjutannya nanti akan kita buatkan artikel khusus untuk membahas cerita ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *